Anda di sini: HomeRagamCegah Keterlambatan Pupuk, Pemkab Batubara Susun RDKK

Cegah Keterlambatan Pupuk, Pemkab Batubara Susun RDKK

Rate this item
(0 votes)
21
May
2013

Limapuluh - Peran petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lingkup Pemerintah Kabupaten Batubara, perlu dimaksimalkan dalam penyusunan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di masing-masing wilayah. Tujuannya, agar tidak terjadi keterlambatan pemasokan pupuk yang seharusnya di dapatkan petani.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Batubara Azizul Mukahar SP dalam pelaksanaan workshop penyususnan RDKK, Rabu (15/5) di aula BP2KP Pulau Sejuk Lima Puluh.

“Petugas PPL sangat dituntut untuk lebih aktif dalam memberikan sosialisasi dan membantu petani dalam menyusun RDKK dengan melakukan pendampingan terhadap petani secara optimal. Hal ini terutama dalam hal penyusunan RDKK untuk bisa menerima pupuk subsidi supaya produksi pertanian bisa makin meningkat,” katanya.

Untuk memberikan kelancaran pertani dalam menyusun RDKK ini, pihak Dinas Pertanian juga turun langsung memberikan sosialisasi kepada seluruh petugas. Tidak ada alasan menyalahkan masyarakat petani terkait penyusunan serta pengajuan RDKK, terutama bagi mereka yang tidak mengerti.

Untuk itu para petugas penyuluh lapangan harus proaktif dalam memberikan bimbingan guna peningkatan mutu dan produksi pertanian. kebutuhan pupuk bagi petani harus dipenuhi, dengan tidak membiarkan mereka merasa sampai kewalahan dalam mendapatkannya, terutama saat pemberian pupuk yang perlu untuk berbagai tanaman yang dibudidayakan.

“Pupuk subsidi hak petani, jadi mereka harus mendapatkan kemudahan untuk mendapatkannya, disini dibutuhkan peran yang bisa membantu mereka untuk memperolehnya,” jelasnya seraya menambahka RDKK harus disusun sebelum musim tanam dan jika terjadi pergeseran musim tanam, petugas penyuluh lapangan harus tanggap dan mampu melakukan berebagai langkah antisipasi.

Dikatakannya,” Pemkab Batubara sangat perhatian kepada seluruh petani dengan harapan bisa meningkatkan program pertanian yang lebih maju dan meraih hasil yang memuaskan pula pada hasil tani kedepannya”.

Peran serta koordinator dan penyuluh dalam peningkatan pertanian terutama dalam membimbing, membina masyarakat tani Bungo, akan terus diperhatikan dalam melaksanakan pertaniannya dengan baik. (LS. MY)

Video News